Senin, 12 November 2018

Wayang Kulit Purwa Sebagai Metode Para Wali Untuk Menyebarkan Agama Islam di Tanah Jawa

Siapa yang tidak kenal dengan wayang kulit purwa? Sebuah warisan adiluhung nenek moyang bangsa Indonesia khususnya dari tanah Jawa. Dulu wayang digunakan hanya untuk hiburan, namun ketika para wali datang, mereka pun menggunakan wayang sebagai metode pendekatan kepada masyarakat untuk menyebarkan ajaran Islam.

Wayang yang semula dibuat mirip seperti manusia akhirnya sedikit demi sedikit dirubah bentuknya, mulai dari bentuk kepala, tangan yang panjangnya hampir mencapai tanah, dan sebagainya yang semakin lama seiring dengan perkembangan pola pikir manusia akhirnya didapatkan bentuk seperti yang ada sekarang ini.

Selain bentuknya, para wali juga sedikit merubah jalan ceritanya. Dimana dulunya dewa disembah sebagai Tuhan, lalu dewa "dialihfungsikan" menjadi manusia yang memiliki kekuatan lebih sehingga merasa bertanggung jawab untuk mengatur jalannya kehidupan atau dengan kata lain hampir mirip seperti presiden dan jajarannya.

Tidak hanya wali yang merubah bentuk dan ceritanya, tapi karena pola pikir manusia yang senantiasa berkembang akhirnya muncul wayang kulit "bentuk baru" seperti Wayang Rai Wong karya (alm.) Ki Enthus Susmono dan beberapa lakon-lakon baru seperti lakon Celeng Degleng yang fenomenal karya Ki Manteb Soedharsono.

Akhirnya, semoga blog ini bisa bermanfaat bagi semua kalangan pecinta seni wayang kulit purwa. Mohon maaf jika nantinya blog ini hanya membahas tentang wayang kulit purwa karena author memang lahir sebagai orang jawa dan juga tinggal di daerah Jawa Timur yang tentunya kurang begitu mengenal jenis-jenis dan cerita wayang yang lain. Mohon maaf apabila ada kata yang kurang berkenan, kritik dan saran sangat author harapkan... Salam Budaya! Salam Pemuda Cinta Budaya!

1 komentar: