Diceritakan, Sang Hyang Tunggal putra Sang Hyang Wenang dengan Dewi Sahoti yang merupakan pewaris tahta Tribuana memiliki seorang istri bernama Dewi Rekatawati. Karena Sang Hyang Tunggal berwujud makhluk halus, maka putranya lahir dalam bentuk sebutir telur yang akhirnya pecah dan setiap bagian dari telur itu menjadi seorang anak yang sama-sama tampan dan memancarkan cahaya. Dari cangkang telurnya jadilah Tejamaya, dari putih telurnya jadilah Ismaya, dan dari kuning telurnya jadilah Manikmaya.
Sang Hyang Tejamaya
Syahdan Tejamaya, Ismaya, dan Manikmaya mengadakan perlombaan untuk menentukan siapa yang pantas menjadi pewaris tahta Tribuana, mereka akhirnya mengadakan lomba menelan gunung. Barangsiapa yang dapat menelan gunung lalu memuntahkannya lagi, maka dia bisa mewarisi tahta Tribuana.
Sang Hyang Ismaya
Tejamaya melakukannya terlebih dahulu, namun sayangnya dia tidak bisa menelannya mengakibatkan mulutnya menjadi
besar dan lebar. Ismaya yang melihat kakaknya tidak bisa menelan gunung itu secara langsung, akhirnya ia memperoleh sebuah ide yaitu dengan menelannya sedikit demi sedikit. Gunung berhasil ditelan namun dia tidak bisa mengeluarkannya lagi. Kakek mereka yang tahu akan perbuatan mereka akhirnya menyudahinya. Tejamaya dan Ismaya lalu diharuskan untuk turun ke dunia dan mendapatkan tugas. Tejamaya turun untuk mengasuh para raksasa dan Ismaya turun untuk mengasuh para ksatria.
Sang Hyang Manikmaya
Akhirnya ditetapkan Manikmaya sebagai pewaris tahta Tribuana. Karena merasa sombong akan parasnya yang masih tampan dibanding kedua kakaknya, ayahnya lalu megutuk dia menjadi bertaring, berleher belang, bertangan empat, dan kakiknya menjadi lemah yang akan dialaminya satu persatu.
Sang Hyang Wenang
Suatu ketika Manikmaya bertengkar dengan istrinya yaitu Dewi Uma, karena perilakunya yang dinggap keras dan menyerupai raksasa, Dewi Uma mengatakan bahwa kakanda bagai raksasa namun tidak bertaring, seketika mucullah taring di gigi Manikmaya. Lalu, suatu hari Manikmaya berkelana hingga kelelahan dan meminum air di telaga yang beracun namun dia tidak mengetahuinya, setelah mencapai tenggorokan -karena baru tahu kalau air yang diminumnya beracun- dia lalu memuntahkannya, oleh karena itu lehernya menjadi belang. Lalu, suatu ketika Manikmaya melihat manusia yang baru lahir dan mengetahui bahwa kakinya masih lemah, seketika kaki kirinya melemah. Kemudian, suatu saat Manikmaya melihat orang yang sedang sembahyang menggunakan jubah, dia menertawakannya karena orang itu terlihat seperti memiliki empat tangan, seketika itu juga tangannya bertambah menjadi dua pasang.
Assyiaappp..
BalasHapus